Bahayakah Klorin Dalam Pembalut?
Senin, 24 Juli 2017
Edit
jurnalwanita-Baru-baru ini para wanita kembali diresahkan oleh isu pemakaian pembalut mengandung klorin sebagai salah satu pemicu kanker servik. Wanita mana yang tak resah dengan isu tersebut. Terlebih sekarang kanker servik merupakan salah satu penyakit yang sudah tak sedikit menyerang wanita sampai menyebabkan kematian.
Sebetulnya apa itu klorin? Apa bahayanya serta benarkah beresiko dalam pembalut? Berikut beberapa info yang kita saapabilan dari beberapa sumber :
Klorin juga dipakai untuk menjernihkan air
Klorin adalah bahan kimia yang yang dipakai sebagai pemutih serta penjernih. Biasanya klorin dipakai untuk sanitasi pembuangan air serta limbah industri. Klorin juga dipakai untuk pemutih kertas alias produk-produk pembersih rumah tangga.
Jadi, sebetulnya bahan kimia klorin ini telah banyak digunakan pada air kolam renang, maupun pembersih rumah tangga.
“Anggapan” bahaya klorin menurut YLKI
Baru-baru ini YayasanForum Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan bahwa klorin tersedia pada 9 merek pembalut di Indonesia. YLKI mengeluarkan pernyataan dari hasil penelitian tersebut untuk memperingatkan para wanita untuk berhati-hati memilih pembalut supaya jauh dari resiko kanker serviks dan penyakit lainnya.
JANGAN LEWATKAN
Terbuktinya apa sih bahaya klorin?
Berdasarkan laporan konsumen yang dirangkum dan disimpulkan oleh YLKI, tak sedikit wanita yang mengeluhkan beberapa keluhan mereka seputar organ intim semacam keputihan, gatal-gatal, iritasi, seusai memakai produk pembalut tertentu.
Dari hasil laporan tersebut para peneliti dari YLKI mengadakan penelitian untuk menemukan kandungan berbahaya pada pembalut. Akhirnya YLKI “beranggapan” penyebab persoalan-persoalan tersebut merupakan kadungan klorin yang tersedia pada pembalut.
Menurut YLKI, pembalut mengandung klorin dapat menyebabkan beberapa persoalan ringan semacam gatal-gatal, keputihan, iritasi hingga persoalan berat yaitu kanker servik dan gangguan reproduksi semacam kemandulan.
Sejalan dengan pendapat YLKI, pakar radiologi-onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Dr. Fielda Dujira Sp.Red juga berbicara bahwa zat klorin berbahaya sebab dapat mengiritasi mukosa yaitu selaput lendir pada organ kewanitaan.
Kemenkes : klorin pada pembalut tak berbahaya
Beredarnya isu bahaya klorin pada pembalut, membuat lembaga kesehatan paling atas di Indonesia, Kementrian Kesehatan mengambil perbuatan dengan mengadakan penelitian kepada bahaya klorin. Dan nyatanya, pembalut mengandung klorin aman untuk dipakai sebab kadarnya telah melalui uji kelayakan dan keamanan.
Kemenkes menegaskan, pembalut yang mengandung klorin sejauh ini aman dipakai sebab pembalut-pembalut tersebut telah melalui ujian laboratorium. Lagi pula tak ada standar international yang mengatur mengenai batas pemakaian klorin untuk pembalut.
Direktur Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Maura Linda Sitaggang dalam Health Kompas (08/07/15) lalu berbicara “ambang batas untuk klorin itu tak dicantumkan di persyaratan internasional. Jadi, itu yang memenuhi syarat dengan ambang batas lemah. Kalau klorin dimakan baru khawatir.”
Zat klorin ini terbukti berbahaya, tetapi hanya bila ditelan, sedangkan apabila mengenai kulit belum sempat ada dokter yang menemukan ada permasalahan yang terjadi mengenai persoalan kulit yang di dampakkan oleh klorin.
Buktinya kami tak jarang kan mandi di kolam renang dan tak ada persoalan apa-apa, padahal kolam renang mengandung klorin untuk membersihkan airnya, bahkan dengan kadar yang lebih banyak.
Iritasi yang dimaksudkan siapa tahu hanyalah sebab persoalan kebersihan, jarang diganti, kelembaban sebab telah terlalu banyak darah yang ditampung oleh pembalut.
Nah, pendapat siapa yang lebih kalian percaya? masing-masing pihak tentu punya argumen masing-masing. Kami tunggu saja berita selanjutnya ya.
Sebetulnya apa itu klorin? Apa bahayanya serta benarkah beresiko dalam pembalut? Berikut beberapa info yang kita saapabilan dari beberapa sumber :
Klorin juga dipakai untuk menjernihkan air
Klorin adalah bahan kimia yang yang dipakai sebagai pemutih serta penjernih. Biasanya klorin dipakai untuk sanitasi pembuangan air serta limbah industri. Klorin juga dipakai untuk pemutih kertas alias produk-produk pembersih rumah tangga.
Jadi, sebetulnya bahan kimia klorin ini telah banyak digunakan pada air kolam renang, maupun pembersih rumah tangga.
“Anggapan” bahaya klorin menurut YLKI
Baru-baru ini YayasanForum Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan bahwa klorin tersedia pada 9 merek pembalut di Indonesia. YLKI mengeluarkan pernyataan dari hasil penelitian tersebut untuk memperingatkan para wanita untuk berhati-hati memilih pembalut supaya jauh dari resiko kanker serviks dan penyakit lainnya.
JANGAN LEWATKAN
- Cara Cepat Memutihkan Badan
- 7 Faktor Yang Wajib Pria Ketahui dari Tubuh Wanita
- Bahaya MakeUp Setiap Hari
Terbuktinya apa sih bahaya klorin?
Berdasarkan laporan konsumen yang dirangkum dan disimpulkan oleh YLKI, tak sedikit wanita yang mengeluhkan beberapa keluhan mereka seputar organ intim semacam keputihan, gatal-gatal, iritasi, seusai memakai produk pembalut tertentu.
Dari hasil laporan tersebut para peneliti dari YLKI mengadakan penelitian untuk menemukan kandungan berbahaya pada pembalut. Akhirnya YLKI “beranggapan” penyebab persoalan-persoalan tersebut merupakan kadungan klorin yang tersedia pada pembalut.
Menurut YLKI, pembalut mengandung klorin dapat menyebabkan beberapa persoalan ringan semacam gatal-gatal, keputihan, iritasi hingga persoalan berat yaitu kanker servik dan gangguan reproduksi semacam kemandulan.
Sejalan dengan pendapat YLKI, pakar radiologi-onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Dr. Fielda Dujira Sp.Red juga berbicara bahwa zat klorin berbahaya sebab dapat mengiritasi mukosa yaitu selaput lendir pada organ kewanitaan.
Kemenkes : klorin pada pembalut tak berbahaya
Beredarnya isu bahaya klorin pada pembalut, membuat lembaga kesehatan paling atas di Indonesia, Kementrian Kesehatan mengambil perbuatan dengan mengadakan penelitian kepada bahaya klorin. Dan nyatanya, pembalut mengandung klorin aman untuk dipakai sebab kadarnya telah melalui uji kelayakan dan keamanan.
Kemenkes menegaskan, pembalut yang mengandung klorin sejauh ini aman dipakai sebab pembalut-pembalut tersebut telah melalui ujian laboratorium. Lagi pula tak ada standar international yang mengatur mengenai batas pemakaian klorin untuk pembalut.
Direktur Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Maura Linda Sitaggang dalam Health Kompas (08/07/15) lalu berbicara “ambang batas untuk klorin itu tak dicantumkan di persyaratan internasional. Jadi, itu yang memenuhi syarat dengan ambang batas lemah. Kalau klorin dimakan baru khawatir.”
Zat klorin ini terbukti berbahaya, tetapi hanya bila ditelan, sedangkan apabila mengenai kulit belum sempat ada dokter yang menemukan ada permasalahan yang terjadi mengenai persoalan kulit yang di dampakkan oleh klorin.
Buktinya kami tak jarang kan mandi di kolam renang dan tak ada persoalan apa-apa, padahal kolam renang mengandung klorin untuk membersihkan airnya, bahkan dengan kadar yang lebih banyak.
Iritasi yang dimaksudkan siapa tahu hanyalah sebab persoalan kebersihan, jarang diganti, kelembaban sebab telah terlalu banyak darah yang ditampung oleh pembalut.
Nah, pendapat siapa yang lebih kalian percaya? masing-masing pihak tentu punya argumen masing-masing. Kami tunggu saja berita selanjutnya ya.
Related Posts
